Selasa, 05 Maret 2013

Kajian makna dan masalahnya


Pengertian makna
Menurut de Saussure setiap tanda linguistik terdiri dari dua unsur, yaitu (1) yang diartikan (Prancis: Signifie’, Inggris : Signefied) dan (2) yang mengartikan (Prancis : Singfiant, Inggris: Signfied). Yang diartikan (signifie’, signified) sebenarnya tidak lain dari pada konsep atau makna dari sesuatu tanda bunyi. Sedangkan yang mengartikan (signifian’, signifier) itu adalah tidak lain dari pada bunyi – bunyi itu, yang terbentuk dari fonem – fonem bahasa yang bersangkutan.  Kedua unsur ini adalah unsur dalam – bahasa (intralingual) yang biasanya merujuk atau mengacu kepada sesuatu referen yang merupakan unsur luar – bahasa (ekstralingual).
Contohnya tanda linguistik yang dieja < masjid >. Tanda ini terdiri dari unsur makna atau yang diartikan ‘masjid’ dan unsur bunyi atau yang mengartikan dalam wujud runtutun fonem [m, a, s, j, i, d]. Lalu tanda < masjid > dalam hal lain terdiri unsur makna dan bunyinya mengacu kepada suatu referen yang berada di luar bahasa, yaitu sebuah masjid, yang berarti tempat ibadah umat islam.

Sebetulnya dalam bidang semantik istilah yang biasa digunakan untuk tanda – linguistik itu adalah leksem, yang didefinisikan sabagai kata atau frase yang merupakan satuan bermakna (Harimurti 1982:98). Sedangkan istilah kata, ialah satuan bahasa yangdapat berdiri sendiri dan dapat terjadi dari morfem tunggal atau gabungan morfem (Harimurti 1982:76).
Sebuah kata atau leksem mengandung makna atau konsep. Makna atau konsep bersifat umum, sedangkan sesuatu yang dirujuk, yang berada di luar dunia bahasa, bersifat tertentu. Bisa kita ambil lagi contoh kata < masjid > mengandung konsep masjid pada umumnya, masjid apa saja, atau segala macam masjid. Tetapi di dalam dunia nyata masjid – masjid yang dirujuk adalah bersifat tertentu. Jadi dapat dikatakan  bahwa makna adalah unsur dari sebuah kata atau lebih tepat sebagai gejala – gejala ujaran.

Informasi
Di atas telah dijelaskan bahwa makna adalah unsur dari sebuah kata atau lebih tepat sebagai gejala – gejala dalam ujaran. Sedangkan informasi merupakan sesuatu yang luar gejala dilihat dari segi objeknya atau dibicarakan. Hal ini dapat dilihat dari kalimat Ayat Suci Al-Qur’an dibaca Sapril dan kalimat Ayat Suci Al – Qur’an dibaca oleh Sapril? Banyak orang mengatakan bahwa kedua kalimat ini sama, karena adanya tambahan preposisi oleh. Tetapi sebenarnya makna kedua kalimat itu tidaklah sama. Kehadiran preposisi oleh pada kalimat kedua memberi makna penonjolan akan adanya pelaku, sedangkan kalimat pertama tidak.

Maksud
Informasi dan maksud sama – sama sesuatu yang berada di luar ujaran. Hanya bedanya kalau informasi itu merupakan sesuatu yang luar ujaran dilihat dari segii objeknya atau hal yang dibicarakan, sedangkan maksud dilihat dari segi si pengujar, orang yang berbicara, atau pihak subjeknya. Di sini orang mengujarkan kalimat, tetapi yang dimaksudkannya tidak sama dengan makna yang sebenarnya dari ujaran itu.
Contohnya, seseorang melihat hasil kaligrafi yang dibuat oleh temannya, dan hasil yang dibuatnya tidak bagus, ia pun berkata pada temanya itu dengan nada yang lembut atau memuji “ Waduh cantik sekali hasil kaligrafi yang kamu buat yha!”. Jelas, dia tidak memuji maupun mengagumi hasil yang dibuatnya walaupun nadanya sangat memuji.
Tanda, Lambang, Konsep, dan Definisi
            Tanda dalam bahasa Indonesia pertama – tama adalah berarti ‘bekas’. Pada suatu hari terjadinya hal yang aneh, terbitnya matahari dari barat ke timur yang menjadi tanda bahawa hari kiamat akan terjadi. Dan terdengarnya suara azan dari sebuah masjid yang menandakan waktu shalat telah tiba.
Lambang sebenarnya sama dengan tanda. Hanya lambang ini tidak memberi tanda secara langsung, melainkan melalui sesuatu yang lain. Mata satu dalam lambang yang berkaitan dengan islami mengartikan dajjal.  Warna merah pada bendera Sang Merah Putih  merrupakan lambang ‘keberanian’.
Konsep sebagai referen dari suatu lambang memang tidak pernah bisa “sempurna”. Oleh karena itu bila kita menyebut < kursi> atau <masjid> atau lambang apa saja pasti kebanyakan orang akan bertanya “Apa yabg Anda maksud dengan kursi itu?”. Secara umum defenisi atau batasan ini memberi rumusan yang lebih teliti mengenai suatu konsep.
Sedangkan definisi adalah usaha yang dilakukan dengan sengaja untuk mengungkapkan dengan kata – kata akan suatu benda, konsep, proses, aktifitas, peristiwa, dan sebagainya.

0 komentar:

Posting Komentar