Pengertian makna
Menurut de Saussure setiap tanda linguistik terdiri
dari dua unsur, yaitu (1) yang diartikan (Prancis: Signifie’, Inggris :
Signefied) dan (2) yang mengartikan (Prancis : Singfiant, Inggris: Signfied).
Yang diartikan (signifie’, signified) sebenarnya tidak lain dari pada konsep
atau makna dari sesuatu tanda bunyi. Sedangkan yang mengartikan (signifian’,
signifier) itu adalah tidak lain dari pada bunyi – bunyi itu, yang terbentuk
dari fonem – fonem bahasa yang bersangkutan. Kedua unsur ini adalah unsur dalam – bahasa
(intralingual) yang biasanya merujuk atau mengacu kepada sesuatu referen yang
merupakan unsur luar – bahasa (ekstralingual).
Contohnya tanda linguistik yang dieja < masjid
>. Tanda ini terdiri dari unsur makna atau yang diartikan ‘masjid’ dan unsur
bunyi atau yang mengartikan dalam wujud runtutun fonem [m, a, s, j, i, d]. Lalu
tanda < masjid > dalam hal lain terdiri unsur makna dan bunyinya mengacu
kepada suatu referen yang berada di luar bahasa, yaitu sebuah masjid, yang
berarti tempat ibadah umat islam.
Sebetulnya dalam bidang semantik istilah yang biasa
digunakan untuk tanda – linguistik itu adalah leksem, yang didefinisikan
sabagai kata atau frase yang merupakan satuan bermakna (Harimurti 1982:98).
Sedangkan istilah kata, ialah satuan bahasa yangdapat berdiri sendiri dan dapat
terjadi dari morfem tunggal atau gabungan morfem (Harimurti 1982:76).
Sebuah kata atau leksem mengandung makna atau
konsep. Makna atau konsep bersifat umum, sedangkan sesuatu yang dirujuk, yang
berada di luar dunia bahasa, bersifat tertentu. Bisa kita ambil lagi contoh
kata < masjid > mengandung konsep masjid pada umumnya, masjid apa saja,
atau segala macam masjid. Tetapi di dalam dunia nyata masjid – masjid yang
dirujuk adalah bersifat tertentu. Jadi dapat dikatakan bahwa makna adalah unsur dari sebuah kata
atau lebih tepat sebagai gejala – gejala ujaran.
Informasi
Di atas telah dijelaskan bahwa makna adalah unsur
dari sebuah kata atau lebih tepat sebagai gejala – gejala dalam ujaran.
Sedangkan informasi merupakan sesuatu yang luar gejala dilihat dari segi
objeknya atau dibicarakan. Hal ini dapat dilihat dari kalimat Ayat Suci
Al-Qur’an dibaca Sapril dan kalimat Ayat Suci Al – Qur’an dibaca oleh Sapril?
Banyak orang mengatakan bahwa kedua kalimat ini sama, karena adanya tambahan
preposisi oleh. Tetapi sebenarnya makna kedua kalimat itu tidaklah sama.
Kehadiran preposisi oleh pada kalimat kedua memberi makna penonjolan akan
adanya pelaku, sedangkan kalimat pertama tidak.
Maksud
Informasi dan maksud sama – sama sesuatu yang berada
di luar ujaran. Hanya bedanya kalau informasi itu merupakan sesuatu yang luar
ujaran dilihat dari segii objeknya atau hal yang dibicarakan, sedangkan maksud
dilihat dari segi si pengujar, orang yang berbicara, atau pihak subjeknya. Di
sini orang mengujarkan kalimat, tetapi yang dimaksudkannya tidak sama dengan
makna yang sebenarnya dari ujaran itu.
Contohnya, seseorang melihat hasil kaligrafi yang
dibuat oleh temannya, dan hasil yang dibuatnya tidak bagus, ia pun berkata pada
temanya itu dengan nada yang lembut atau memuji “ Waduh cantik sekali hasil
kaligrafi yang kamu buat yha!”. Jelas, dia tidak memuji maupun mengagumi hasil
yang dibuatnya walaupun nadanya sangat memuji.
Tanda, Lambang, Konsep,
dan Definisi
Tanda dalam bahasa Indonesia pertama
– tama adalah berarti ‘bekas’. Pada suatu hari terjadinya hal yang aneh,
terbitnya matahari dari barat ke timur yang menjadi tanda bahawa hari kiamat
akan terjadi. Dan terdengarnya suara azan dari sebuah masjid yang menandakan
waktu shalat telah tiba.
Lambang sebenarnya sama dengan tanda. Hanya lambang
ini tidak memberi tanda secara langsung, melainkan melalui sesuatu yang lain.
Mata satu dalam lambang yang berkaitan dengan islami mengartikan dajjal. Warna merah pada bendera Sang Merah
Putih merrupakan lambang ‘keberanian’.
Konsep sebagai referen dari suatu lambang memang
tidak pernah bisa “sempurna”. Oleh karena itu bila kita menyebut < kursi>
atau <masjid> atau lambang apa saja pasti kebanyakan orang akan bertanya
“Apa yabg Anda maksud dengan kursi itu?”. Secara umum defenisi atau batasan ini
memberi rumusan yang lebih teliti mengenai suatu konsep.
Sedangkan definisi adalah usaha yang dilakukan
dengan sengaja untuk mengungkapkan dengan kata – kata akan suatu benda, konsep,
proses, aktifitas, peristiwa, dan sebagainya.

0 komentar:
Posting Komentar